Kamis, 26 Desember 2013

Mungkin engkau belum tahu bagaimana rasanya memiliki objek dakwah...
Rasanya...betapa kasihan mereka, yang sangat membutuhkan uluran tangan kita...

Jumat, 20 Desember 2013

Mimpi

Aku bukan mencintaimu, tapi aku bermimpi tentangmu
Ya itulah anehnya, padahal aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya...
Tapi semua itu hanya Allah yang tahu...
Cinta, Kerja, dan Harmoni

Tiga kata itu selalu menyita waktu dan otakku. Ingin pergi tapi tak bisa pergi. Ah, sudahlah...apa pun yang terjadi aku harus tetap bertahan. Masalahku, masalahmu, dan masalah kita semua menjadi bilur-bilur biru yang selamanya akan tetap deras dalam jiwaku. Terlalu banyak kenangan yang naif dan dusta. Aku hanya ingin menjadi manusia yang baik. Mungkin aku tidak pernah bisa membahagiakan sahabat-sahabatku. Tapi, aku masih ingin berbagi.

Dengan segala kegundahan dan kefuturan karena kekecewaan yang mendalam. Aku tetap ingin berdiri. Aku ingin mendirikan mimpiku yang saling berkaitan. Semua itu bukanlah mauku.
Aku merasa begitu payah, saat aku terjebak dalam mimpi yang bertubi. Apakah benar itu akan menjadi milikku? 
Sebenarnya aku tidak terlalu berharap. Aku hanya bimbang jika aku tak mengikuti petunjuk Tuhan. Berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun aku tak pernah berhenti menengadah padaNya...tentang dimanaka dia jodohku?

Tapi, ternyata kata orang lain aku selalu salah. Rasanya aku tak punya harga diri. Tapi aku tak masalah jika dia bukan untukku. Aku pun mencintainya bukan karena inginku. Tapi karena ia datang tiba-tiba dalam mimpiku. Karena Allah mungkin. Setiap kali aku mendengar namanya, aku selalu ketakutan. Takut tentang tuduhan dan sangkaan orang-orang.

"Tuhan, mohon hentikan...".
Aku seperti berlari sekencang-kencangnya. Aku hampir tak tahu harus kemana aku berlari...Betapa serba salahnya aku, kemanapun aku pergi. 

"Tuhan, aku tak sedih kehilangan apapun di dunia ini. Aku hanya sedih jika aku kehilangan kepercayaan dari saudara-saudaraku...Aku tidak dosa kan, Tuhan?Aku hanya meminta padanya untuk menjaga nama baikku, itu sudah cukup. Aku tak kan meminta lebih, karena aku tahu diri..."

Bunga-bunga yang bermekar disetiap musimnya...membawaku pada sebuah memori kehidupan yang pernah kualami. Ya, aku pernah mencintai sahabatku sendiri. Tapi selalu kependam. Perasaan itu berbeda dengan apa yang aku rasakan pada orang dalam mimpi itu, karena sahabatku itu selalu menjadi pahlawan dalam arena apapun. Aku pernah menangis dengan lepas padanya. Dia selalu membuatku tertawa lepas...

"Tuhan...apakah itu dosa?"
Lebih lima tahun aku membiarkan perasaan itu mengalir apa adanya, dengan hiruk pikuk mimpi yang aneh dan gangguan orang lain dalam hidupku. Tapi aku memilih menyerah...karena aku hanya bisa mencintai apapun karenaMu...

Karena cinta itu, hampir saja membuatku berhenti melangkah dalam jalan cintaMu, jalan lurusMu, dan ....
Aku hampir tak mampu menempa harga diri dan rasa malu yang sangat. Tuhan, aku hanya berharap suatu saat nanti engkau berikan yang terbaik....dalam segala rahasiaMu, untukku...
Cinta, Kerja, dan Harmoni

Tiga kata itu selalu menyita waktu dan otakku. Iap