SAJAK September
1.
Engkau datang seperti matahari yang tak berhenti
bersinar..
Aku merasa mudah mengenalmu…
karena mungkin, tanggal lahir kita sama…
kesukaan kita sama…
Hobi kita sama…
Cita-cita kita sama…
Mimpi kita sama…
kita seperti anak kecil yang bermain bersama…
lepas tanpa beban…
Kekanak-kanakan…
2.
Lalu semua itu kusebut cinta..
Ia terus memanggilmu dalam benak…
bibir kelu mengatakan…
tak ada ungkapan apapun…
aku hanya diam..
kau pun diam…
namun getarannya tak dapat menipu kita
3.
Diam itu hanya untuk menutupi
apa yang terjadi dalam pikiran kita masing-masing…
saling menjauh...
berpura-pura kita bukan jodoh…
4.
Kau membuktikannya dengan menikah…
bukan denganku…
tentu saja, engkau tak tahu aku…
aku tak tahu engkau..
tidak tahu yang membuatku mengenalmu terlalu dalam..
meski waktu yang begitu singkat…
5.
Itu yang disebut kenyataan?
Itu yang disebut takdir?
6.
Aku ulang tahun, kau ulang tahun…
dank au menikah di antara hari-hari itu…
tentu kau tak tahu aku memperhatikannya…
karena aku hanya melihatmu dari jauh…
bisakah engkau mengenalku?
merasakan kesamaan yang tak dibuat-buat?
7.
Tak mengapa, ragamu dipinjam orang lain…
Tapi berapa tahun lagi aku harus menunggumu?
September, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar